Contact Us

The Effectiveness of Comm. Skills based on Intercultural Factors

Instruktur: Ezer Lumika, S.S.Bahasa: Indonesia

Manusia sebagai mahkluk sosial tentu sudah dikenalkan sejak dini tentang bagaimana berbicara dengan baik, tetapi sedikit tentang bagaimana berkomunikasi dengan baik. Bicara dan Komunikasi memiliki fungsi yang berbeda. Komunikasi dibutuhkan dalam setiap aspek kehidupan. Seperti kita tahu bahwa negara-negara di dunia memiliki kebiasaan/budaya dan cara berkomunikasinya masing-masing. Sebagai contoh Budaya Asia, khususnya Indonesia yang merupakan budaya penjunjung tinggi asas dan norma-norma kesopanan, bukan hanya sopan santun dalam perbuatan tetapi juga dalam berbicara. Ada aturan-aturan atau batasan-batasan yang mengatur cara berkomunikasi setiap individunya. Lalu apakah setiap individu tersebut sudah paham betul batasan seperti apa yang perlu dikuasai dalam sebuah komunikasi agar berjalan efektif? Kursus ini bukan sekedar menitik beratkan pada kemampuan pesertanya untuk bisa berkomunikasi dengan lancar atau mengatasi kegugupan di depan publik, tetapi lebih pada bagaimana menghadirkan sebuah komunikasi yang efektif. Pokok bahasan kursus ini berada pada lingkup sederhana, yang seringkali kita jumpai sehari-hari namun luput dari perhatian kita. Pokok bahasan tersebut meliputi aspek perbedaan gender, budaya, pendidikan, agama, usia, atau bahkan perbedaan status sosial seseorang. Perbedaan ini akan mempengaruhi cara seseorang berkomunikasi, baik dalam hal diksi (pemilihan kata), intonasi, dan cara memperlakukan lawan bicara. Hampir semua bidang pekerjaan menuntut pekerjanya untuk terampil dalam berkomunikasi dengan baik. Bukan sekedar bisa menyampaikan pesan atau maksud secara tepat kepada lawan bicara, akan tetapi lebih kepada nilai-nilai dan tujuan yang hendak dicapai oleh kedua belah pihak sehingga komunikasi tersebut berjalan efektif dan tidak menimbulkan “perasaan lain” setelah percakapan tersebut berakhir, seperti perasaan tidak dihargai, tersinggung, senang, kaku, gembira, dan lain sebagainya. Dalam kursus online ini, kita akan sama-sama melihat fenomena-fenomena komunikasi yang berkembang saat ini, ditinjau dari unsur sosial, budaya, dan teknologi. Sehingga peserta kursus tidak hanya mampu dalam mengembangkan kemampuan Public Speaking-nya, tetapi mampu dengan tepat memposisikan dirinya sebagai seorang “komunikator” yang efektif.  Selain itu, peserta kursus akan diberikan 5 rahasia dasar dalam komunikasi yang efektif, yang disebut dengan Management of Five Knowings . Hal ini sangat berguna bagi peserta yang ingin terus mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan praktek komunikasi efektif sehari-hari, seperti dalam komunikasi bisnis, pengembangan diri, wawancara kerja atau presentasi, manajemen kelas dan pengajaran, serta manajemen Etika dan Perilaku.

Kurikulum Belajar

Self Paced

Belajar dengan kecepatan dan jadwal sendiri, selama masa akses 6 bulan.

Qualified Content

Course ini telah melalui tahapan kurasi dan revisi yang ketat.

Certificate Ready

Dapatkan sertifikat begitu Anda menyelesaikan course ini.

Full Online

Belajar course bisa darimana saja dan kapan saja.

Qualified Creator

Kreator Course ini sudah memiliki track record yang terbukti di bidangnya.

Affordable Price

Dapatkan course ini dengan harga yang okay.

Instruktur

Ezer Lumika, S.S.

Master of Ceremony

Ezer Lumika pada tahun 2017 mendapatkan gelar Sarjana Sastra Inggris (konsentrasi Linguistik), dengan judul skripsi “Male and Female Language in the Movie Titanic” dari Universitas Kristen Maranatha, Bandung. Beliau juga berpengalaman menjadi Guru Honorer Mata Pelajaran Bahasa Inggris di beberapa sekolah di Bandung, pada tahun 2005-2008 (dengan Grade yang beragam mulai dari tingkat TK s.d. SLTA). Tahun 2007 - sekarang seorang Penyiar Radio dewasa di Bandung, lalu diangkat menjadi Manager Operasional pada tahun 2015-2019. Tahun 2010-2012 selain bekarya di Radio, beliau juga dipercaya sebagai seorang Leasing Executive di sebuah Pusat Perbelanjaan terkemuka di Bandung. Tahun 2014-Sekarang, bergabung dengan Universitas Katolik Parahyangan, ditempatkan di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) sebagai Kepala Divisi Pengelolaan Hasil P2M. Pada bulan Maret 2019 berkesempatan mengikuti short course: Intercultural learning and Global Engagement (ILGE) pertama, diselenggarakan di UNPAR. Pada bulan Oktober 2019, pemenang lomba Poster bertemakan Intercultural Learning, dan berkesempatan mewakili UNPAR ke Malmo University, Swedia, sebagai presenter untuk mengikuti Short Course: ILGE yang kedua.

Reviews and Testimonials

Rekomendasi Kursus Terkait